Solo Leveling Ch 212



  • Chapter 212


    "Bukankah itu Hunter Sung Jin Woo?"
    "Mana,mana?"
    "Huh ... Itu benar-benar Hunter Sung Jin Woo"

    Banyak pengunjung yang datang ke taman hiburan pada akhir pekan,dan mereka bersemangat
    saat melihat Jin Woo.



    "Siapa wanita di sebelahnya? Pacarnya?"
    "Bukan ... Hunter,itu Hunter Cha Hae-in,bukan?"
    "OMG! Jackpot!"
    "Apa,apa mereka berdua berkencan?"

    Cha Hae-in adalah seorang wanita yang selalu menjaga agar tidak terjebak dalam cinta.
    Karena itu ia menundukkan kepalanya sedikit dan berkata dengan suara kecil bahwa dia
    tidak terbiasa dengan pandangan orang-orang di sekitarnya.

    "Apa kau suka ini?"

    Jin Woo berkata sambil tersenyum.

    "Aku tidak suka itu,tapi aku ingin melihatnya,setidaknya sekali"

    Ketika waktu seakan membeku,dia melihat kembali ke wajah tersenyum yang seperti anak kecil,
    dan Cha Hae-in menyadari jika jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya karena itu.
    Tapi,pria di sebelahnya adalah pria yang berbeda diantara para Hunter Rank-S.
    Pipi Cha Hae-in menjadi merah dan dia bahkan bisa mendengar detak jantungnya yang keras.
    Penasaran dengan Jin Woo,dia mengatakan pertanyaan lain.

    "Kenapa aku harus datang dan pergi bersamamu ..."
    "Karena kau seorang teman,Cha Hae-in"
    "Ya?"

    Cha Hae-in bingung.
    Kapan aku memutuskan untuk berteman dengan Hunter Sung Jin Woo?
    Ketika Cha Hae-in,yang mencoba mengingat ingatan yang ia lewatkan,tanpa sadar ia
    mengangkat kepalanya,dan Jin Woo,yang menatapnya,menunjukkan senyum nakal.

    'Kapan?? Sebelum patung aneh itu ...'

    Oh,hari itu.
    Hari ketika aku pergi ke Double Dungeon untuk menyelamatkan Hunter Sung Jin Woo,
    patung malaikat yang kutemui di sana bertanya kepadaku.

    [Apa hubungan antara kamu dan Sung Jin Woo?]
    [Teman ...]

    Dan mungkin Hunter Sung Jin Woo mendengar jawabanku saat itu.

    "Apa kamu mendengar itu?"
    "Ya.Aku memiliki telinga yang lebih baik daripada orang lain"

    Cha Hae-in merasa sedikit gelisah tentang sesuatu,tetapi kemudian dia selalu tenang
    jika berada di dekat Jin Woo.
    Dia sadar jika Jin Woo telah menyelamatkan hidupnya beberapa kali.

    "Tapi ... Dungeon aneh apa itu pada akhirnya?"

    Akan kujelaskan nanti.
    Karena Jin Woo pikir ini bukan saatnya untuk menjawab.

    "Aku akan memberitahumu nanti"

    Cha Hae-in mengangguk seolah mengerti.
    Sementara percakapan terhenti untuk sementara waktu,Jin Woo tiba-tiba melihat sekeliling.

    "Kesini! Tolong lihat kesini juga!"
    "Kami mengagumi Hunter Sung Jin Woo!"

    Seolah-olah seorang artis terkenal sedang berjalan di pusat kota,orang-orang saat ini sedang
    berkumpul seperti lebah yang membawa ponsel di sekitar Jin Woo.
    Sekarang banyak orang sudah mengenal wajah Jin Woo daripada para superstar yang luar biasa.
    Itu karena wajah Jin Woo bisa dilihat di semua Channel TV setelah Gates ultra-besar muncul.
    Jika ini seperti biasa,Jin Woo akan tertawa.
    Tapi,saat ini dia sedang kencan,dan dia tidak ingin diganggu.

    "Bangkitlah"

    Ketika Jin-woo memberikan instruksi,pengawal pribadi Jin Woo,yang bekerja lebih keras
    daripada orang lain,muncul.
    Itu adalah 『Ygritte』 dan pasukan elitenya.
    Tiga puluh sosok menonjol keluar dari bayangan lalu mengelilingi Jin Woo dan Cha Hae-in.
    Terutama,『Ygritte』,dia dengan hati-hati pergi ke tempat di mana flash kamera muncul dan
    mengibaskan jari telunjuknya.
    Jin Woo lalu menyadari rasa malu Cha Hae-in yang berjalan di bawah pengawalan para Ksatria.

    "Bukankah lebih melakukan untuk melakukan ini?"
    "Mereka tidak akan melihat kita"

    Entah bagaimana,perkataan Jin Woo berhasil meyakinkan Cha Hae-in,dan ia lalu mengangguk.
    Itu bukan seperti dia tidak merasa benar-benar lega karena tatapan yang mengalir dari
    mana-mana menghilang.
    Kalau dipikir-pikir.
    Sudah berapa lama aku merasa seperti ini? Pikir Cha Hae-in.
    Sekitar dua tahun sudah berlalu sejak dia menjadi Hunter.
    Dan setelah itu,dia tidak pernah ingat bisa beristirahat dengan nyaman.
    Ia selalu dipenuhi pertanyaan apakah rekan-rekannya akan terluka pada hari mereka
    keluar melakukan Raid atau tidak.
    Dan hasilnya,ia selalu merasa gugup dan tegang.

    Tapi -

    '... Itu berbeda ketika aku bertemu dengan orang ini’

    Seorang pria yang bisa diandalkan.
    Dengan bersama Jin Woo,Cha Hae-in merasa seperti baru saja kembali dari tugas untuk
    memenuhi harapan rekan-rekannya yang bergantung padanya.
    Lalu -.
    Tanpa disadara Jin Woo,pipi Cha Hae-in menjadi merah.

    'Aromanya ... '

    Melihat Cha Hae-in,yang memiliki wajah lebih cerah,Jin Woo menyesali tindakannya yang
    lambat.

    'JIka aku tahu akan seperti ini,akan kulakukan ini sejak awal'

    Jin Woo lalu bertanya,sambil menunjuk ke wahana dimana mereka akan jatuh dengan
    kecepatan tinggi dari ketinggian yang lumayan.

    "Apa kamu ingin naik itu?"
    "Ya"

    Jin Woo menunjuk wahana lain karena mendapatkan jawaban yang terlalu mudah.

    "Bagaimana tentang itu?"
    "Oke"
    "Lalu apa selanjutnya?"
    "Itu bagus juga"
    "Baiklah?"
    "Ya,semuanya baik-baik saja"

    Jin Woo menatap wajah Cha Hae-in yang sedikit terhalang dan tertawa.

    "Apa,sepertinya kau benar-benar ingin datang ke sini"

    Alih-alih membencinya,Jin Woo menenangkan pikirannya dan membawanya ke wahana terdekat.

    "Jadi,ayo kita naiki semuanya"

    * * *

    Tapi -

    Jin Woo tidak bersenang-senang seperti yang dia harapkan.

    "Aaaaaah -! Aaaaaaah -!"
    "OH TUHAN-!"

    Untungnya,Jin Woo,duduk di kursi depan roller coaster,dan bisa menghargai pemandangan
    yang dengan cepat berlalu tanpa terganggu dengan kerumunan yang berteriak.

    'Uh? Dia menumpahkan es krim.Yah begitulah.Tungguternyata ada restoran di sudut sana?
    Tapi,ini belum waktunya untuk makan malam ... '
    'Hmm'

    Saat roller coaster berakselerasi,Jin Woo terus merasa bosa karena semua yang ia lihat
    sama lambatnya dengan gambar yang bergerak lambat.
    Jika Jin Woo ingin,dia bahkan bisa berdiri sampai roller coaster berhenti.

    "..."

    Jin-woo melihat ke belakang saat dia berjuang untuk menahan diri untuk menguap.
    Disana,『Ygritte』 dan beberapa tentara yang ia panggil memenuhi penglihatannya.
    Setiap otot wajah mereka telah menyampaikan sensasi dan kesenangan yang mereka
    rasakan saat ini.
    Jin Woo bahkan bisa mendengar jantung mereka berdenyut.
    Di samping itu.

    Ba dum,Ba dum.

    Jin Woo,yang merasakan jantungnya berdetak perlahan seperti biasanya,tersenyum menyeringai.
    Dia merasa jauh lebih bersemangat ketika berlari dengan semua kekuatannya untuk meninju
    wajah patung raksasa.

    "Bagaimana dengan saat aku masuk zona penalti pertama kali,bagaimana dengan itu?"

    Itu seratus kali lebih menegangkan dari sekarang,tetapi Jin Woo juga sangat takut saat itu.
    Jin Woo cepat menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pemikiran itu.

    "Ketika aku datang ke tempat-tempat ini,kenapa aku malah teringat akan monster"

    Ketika dia khawatir bahwa dia benar-benar sakit.
    Jin Woo menemukan seorang teman yang terduduk dengan tampilan yang sama.
    Karena penasaran.
    Jin Woo bertanya pada Cha Hae-in,yang terpana.

    "Bukankah menyenangkan bermain di sini?"
    "Oh ... iya.Menyenangkan"

    Hal baik saat aku tidak perlu berteriak karena inderanya sensitif.

    "Tapi,mengapa kamu tidak berteriak sekali saja?"

    Hanya baru lima wahana yang mereka naiki.
    Dan semuanya adalah wahana yang menegangkan,tetapi dia tidak mengatakan 'ah' yang
    umum itu sekali pun.
    Memang dia juga seorang Hunter Rank-S.
    Dia juga keluar dari kategori orang biasa.
    Dan entah bagaimana.
    Jin Woo merasa lega saat menyadari ia tidak sendirian.
    Saat itu.
    Tiba-tiba Jin Woo ingin menunjukkan pada Cha Hae-in dunia yang dia selalu lihat.
    Merasakan niat Jin Woo,『Ber』 segera berkata.

    [Raja,itu mungkin berbahaya baginya]
    [Ya.Jika dia jatuh,ambillah tanggung jawab.Jika kau gagal ... kau tahu apa yang akan terjadi,kan?]
    [... Aku mengerti]

    Pengganggu menghilang,Jin Woo lalu bertanya pada Cha Hae-in.

    "Apakah kamu ingin bersenang-senang,dengan cara lain?"
    "Hmmm?"

    Ketika roller coaster berhenti,Jin Woo menarik Cha Hae-in yang bingung ke alun-alun.

    Wow-!

    Orang-orang kagum dan terkejut ketika mereka melihat Ksatria hitam bergerak.
    Namun segera semuanya mereka berubah menjadi teriakan.

    "Ugh!"
    "Apa itu?"

    Seorang sosok hitam raksasa,bangkit dari ruang di mana Shado Soldier's berkumpul,
    dan sosok itu lalu mengepakkan sayapnya dan meraung ke langit.

    Kieee Aaak -!

    Reaksi Cha Hae-in,yang merupakan orang pertama yang melihat sosok 『Kaiser』 sedekat itu,
    tidak berbeda dengan para pengunjung laiinya.

    "Ya tuhan ..."

    Jin Woo lalu menarik Cha Hae-in.

    "Ayo,ayo"

    Dan sosok itu tiba-tiba menghilang ketika Jin Woo naik di punggungnya.

    "Apa kamu ... selalu naik ini?"
    "Bukankah aku sudah pernah bilang"

    Jin Woo,yang merasa ada yang aneh,memindahkan Cha Hae-in dengan SKill 『Power of Rulers』.

    "Ah!"

    Ketika dia terseret oleh kekuatan yang tak terlihat,Cha Hae-in terdengar terkejut.
    Tapi reaksi yang diinginkan oleh Jin Woo itu tidak berakhir di sana.
    Ini hanya permulaan.
    Jin Woo,yang duduk di belakang Cha Hae-in yang tidak bisa diam,memberi perintah pada
    『Kaiser』.

    "Ayo"

    Kieee aaak -!

    Seolah menunggu itu,『Kaiser』 mengepakkan sayapnya yang besar.
    Menatap orang-orang yang menjadi semakin kecil,Cha Hae-in menelan ludah.

    Gulp -

    Ini benar-benar berbeda dari ketegangan ketika ia naik wahana bermain.
    Dan secara alami,tangannya melingkar di pinggang Jin Woo.
    Lalu,ketika ketinggian mereka menjadi sangat tinggi hingga bangunan seperti mainan,
    suara Cha Hae-in bertambah.

    "Hei,sebelah sana"
    "Ya?"
    "Kenapa semut itu terbang bersama-sama?"

    Ketika Jin Woo mengerakkan kepalanya dan melihat ke bawah,dia bisa melihat 『Ber』 mendekat
    ke bagian bawah 『Kaiser』.
    Dan Jin Woo menahan tawa dalam ekspresinya yang bersemangat tanpa sadar karena itu.

    "Penjaga!"
    "Ya?"
    "Pegang erat-erat.Aku akan terbang lebih cepat dari sekarang"
    "Ya?"

    Apa aku perlu memberi penjelasan lebih lanjut padanya?
    Jin Woo tiba-tiba merasakan tekanan luar biasa pada lengan Cha Hae-in yang melingkar pada
    pinggangnya.

    'Jika aku orang biasa,itu akan mematahkan punggungku'

    Tapi itu tidak bukan masalah.
    Operasi kencannya sudah setengah berhasil,jadi Jin Woo dengan bersemangat berkata.

    "『Kaiser』,kecepatan tinggi!"

    Kieeee aaak -!

    Setelah 『Kaiser』,mulai bergerak dengan cepat,jeritan Cha Hae-in terdengar untuk
    pertama kalinya oleh Jin Woo,dan itu bertahan cukup lama.

    * * *

    Bayangan Naga kecil yang meniupkan nafasnya.

    Syekh -!

    Jin Woo,yang berada di atas 『Kaiser』,terbang ke tempat yang tidak bisa raih oleh manusia
    biasa tanpa bantuan alat bersama dengan Cha Hae-in.
    Mereka melewati awan hujan dan angin,terbang di dekat gunung-gunung tinggi,dan melewati
    hamparan salju yang tak berujung.
    Di antara itu,pemandangan paling indah adalah matahari terbenam di laut.
    『Kaiser』 saat itu secara bertahap mengurangi kecepatan.
    Jin Woo dan Cha Hae-in menyaksikan matahari bersinar di langit merah dengan angin laut
    bertiup perlahan di pipi mereka,dan menyaksikan matahari secara perlahan turun ke sisi lain laut.
    Seperti langit yang berwarna,mata Cha Hae-in bersinar ketika dia menyaksikan pemandangan
    yang indah itu.
    Dan tiba-tiba dia menjadi penasaran.

    "Hunter Sung Jin Woo"
    "Ya?"
    "Kenapa kamu mengajakku pergi ke taman hiburan sebelumnya?"
    "Itu ..."

    Jin Woo,yang tenggelam dalam perasaannya,berbicara dengan perlahan.

    "Itu tempat dimana ayahku menghilang"
    "Ah."

    Taman bermain,yang akan ditutup jika ayahnya gagal dan Dungeon Break terjadi,saat ini
    masih ramai.
    Awalnya,Jin Woo membenci ayahnya karena meninggalkan keluarganya.
    Tapi kini,hanya melihat keluarga lain tertawa dan mengobrol di sana saja sudah membuat
    ia merasa ada sesuatu yang mengisi hatinya yang kosong.
    Jadi perasaan benci itu sudah menghilang.

    "Jadi aku ingin pergi ke sana suatu hari"

    Cha Hae-in memeluk punggung Jin Woo yang kesepian dalam diam.
    Kehangatannya yang hangat telah disampaikan pada Jin Woo.
    Cha Hae-in lalu berkata.

    "Terima kasih"

    Jin Woo melihat wajahnya karena ucapan yang tiba-tiba itu,tetapi dia kesulitan.

    "Ya?"
    "Itu ... Aku selalu diselamtakn olehmu.Aku selalu dibantu"

    Jin Woo merasakan jantung Cha Hae-in berdebar saat mengatakan itu.
    Ya.
    Jadi itulah yang terjadi.
    Jin Woo,yang tertawa ringan,mengganti arah 『Kaiser』 pergi.

    "Kemana kita akan pergi sekarang?"

    Jin Woo membalas Cha Hae-in,yang bertanya dengan suara tidak nyaman.

    "Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu"

    * * *

    Di Jepang,bukan Korea,adalah tempat yang mereka berdua tuju.
    Tidak ada manusia di daerah terlarang,dan bahkan binatang tidak hidup di tempat mereka
    sebelumnya melarikan diri dari aura para monster yang kuat.
    Di daerah hutan yang luas di mana bahkan napas makhluk kecil tidak dapat didengar, 『Kaiser』
    perlahan mendahar.

    Kick -!

    Jin Woo,pertama kali turun,untuk membantu Cha Hae-in.

    "Hati-hati ..."

    Sebelum Jin Woo meraih tangannya,Cha Hae-in yang duduk dengan ringan mengangkat bahunya.
    Jin Woo,yang telah melupakan pekerjaannya untuk sementara waktu,lalu tertawa.

    "Ini?"

    Cha Hae-in,yang telah melihat banyak hal dari yang dia bayangkan hari ini,melihat sekeliling
    dengan mata penuh antisipasi.

    Tapi -

    Tidak ada tempat lain untuk ia lihat kecuali air terjun yang tak ada habisnya.
    Jin Woo lalu berkata sambil melampirkan karpet yang ia yang beli di 'Shop' sistem ke atas tanah.

    "Apa kamu ingin berbaring,karena tidak menyenangkan jika aku memberitahumu detailnya
    hanya dengan berdiri?"
    "Ya?"

    Apa aku salah dengar? atau dia salah bicara?
    Namun,pendengaran Hunter Rank-S tidak salah mendengar ucapan yang jelas ini,
    dan Jin Woo sendiri sudah bersiap untuk berbaring di atas karpet yang telah ia siapkan.

    "Ayolah"

    Dia mulai tertawa seolah-olah mendengar ucapan yang tampaknya sembarangan terucap.

    "Ini serius ...?"

    Cha Hae-in sekali lagi mengkonfirmasi arti Jin Woo.
    Tapi Jin Woo mengangguk dengan serius tanpa gemetar.
    Ketika dia melihat Cha Hea-in yang ragu-ragu mendekat,Jin Woo perlahan-lahan berbaring.
    Segera,Cha Hae-in berbaring di samping Jin Woo dan tampaknya telah membuat keputusan besar
    saat menutup matanya.

    "Bersiaplah ... mengerti"

    Jin Woo berkata kepada Cha Hae-in,yang matanya tertutup rapat.

    "Kalau begitu,sekarang buka matamu"

    Saat Cha Hae-in membuka matanya dengan lembut,Jin Woo menunjuk ke langit tanpa suara.
    Dan cahaya bintang yang mengalir dengan jelas terlihat dari sana.

    "Ah..."

    Dalam pesta cahaya bintang yang memenuhi langit,Cha Hae-in tanpa sadar terkejut.
    Cantik.
    Selain kata "cantik",kata-kata apa yang bisa menggambarkan adegan ini?
    Jin Woo,yang puas dengan reaksi Cha Hae-in,tersenyum senang.

    "Sebelumnya aku berhenti di sini saat berurusan dengan Dungeon Break dan aku melihat
    langit malam ini"

    Sebelumnya Jin Woo berbaring dan menutup matanya,tetapi sekitarnya terlalu terang untuk
    bisa membiarkannya tidur.
    Jin Woo jengkel dan ketika dia membuka matanya,dia melihat bintang jatuh di langit.
    Hanya menonton cahaya bintang,hatinya menjadi tenang.

    "Kupikir akan bagus jika aku bisa melihat langit malam ini bersama seseorang"

    Malam yang penuh bintang di hutan yang tenang di mana tidak ada suara yang terdengar.
    Jin Woo ingin berbagi perasaan dan momen ini dengan seseorang.
    Dan beruntung.
    Fakta bahwa seseorang yang cukup dekat dengannya merasakan hal yang sama dengan yang
    dirasakannya memberikan rasa lega yang kuat pada diri Jin Woo.
    Dan dia merasa seakan itu benar-benar menenangkan pikirannya.

    Tapi kemudian.

    'Eh ...?'

    Jin Woo merasakan tangan Cha Hae-in berada di atas punggung tangannya.

    "Tangan ... bisakah aku memegangnya?"

    Kau sudah memegangnya.
    Jin Woo tersenyum dan mengubah posisi punggung tangannya.
    Itu dingin,tetapi tangan seorang wanita yang lembut saat ini benar-benar memenuhi tangannya.
    Dalam diam dan kesunyian.
    Bintang-bintang berkelip di atas kepala mereka.

    Note : fix gua nyerah buat ngebayanginnya


    Sebelumnya I Index I Selanjutnya

    58 Responses to "Solo Leveling Ch 212"

    1. Best moment!
      Mantap, lanjutkan min..

      ReplyDelete
    2. Chapter apaan ini nyesel gua bacanya :v

      ReplyDelete
      Replies
      1. Nyesel karna lu jomblo kan? ? Dah sini gandeng gw juga gpp

        Delete
    3. Lanjutkan min. Makasih TLnnya

      ReplyDelete
    4. lalu jinwo mengeluar kan sebungkus tisu magic nya

      ReplyDelete
    5. Mantuuuuuul min.. trimakasiiiih..

      ReplyDelete
    6. dari awal sampe chap 210,, isinya pertarungan ama monster mulu,,, 2 chap ini tiba2 jadi romance,,hahaha

      ReplyDelete
    7. Kesan gua sama jin woo jatuh begitu tau dia sukanya ngampar ngampar dihutan, hadeuhhhhh, duit banyak kok ngampar dihutan..

      ReplyDelete
    8. anjay makin ngenes aja gua baca ini novelll :VVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVV

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ngenes karna ga ada ygbisa lu bayangin bisa di gandeng bro

        Delete
    9. Jangan kasi kendorr min... Gas Terus wkwk...
      GoodJob

      ReplyDelete
    10. perasaan apa ini.. njir jadi ngebayangin selanjutnya ngapain ..

      ReplyDelete
    11. ini chap selanjutnya kapan?

      ReplyDelete
    12. akhirnyaa jinwoo dapet cewe juga dan punya waktu buat ngedate.

      btw makasih minn

      ReplyDelete
    13. Seketika tombol next rusak dan cerita terhenti membuat diriku sedih.

      ReplyDelete
    14. Setelah dapet tangannya, Hae-in mulai agresif :v

      ReplyDelete
    15. Gasabar pengen cepet liat manhwanya😫😫😫😫😫😫

      ReplyDelete
    16. Biasanya 3 chapter min, tumben cuma 2

      ReplyDelete
    17. ini mirip bnget kaya moment araragi sama senjogahara di bakemonogatari, cm beda mc nya, njerrr...... jomblo pada berkhayal,. asw

      ReplyDelete
    18. Sebagai seorang jomblo,gua baca chapter ini sesak dada gua bngsd

      ReplyDelete
    19. Wanjir ini momen yg pling santai dr yg sebelum"nya...lanjutkan minnnn

      ReplyDelete
    20. Iraha ieu update dei mang..?

      ReplyDelete
    21. FIX terjawab pertanyaan gue sebelum, ternyata mimin Jones...
      hhahahaha.... semangat min, kalau jodoh gak kemana..
      kepet terus sampe dapat...

      ReplyDelete
    22. Dr awal br kali ini ada romennya, bisanya gelut mulu. Joss

      ReplyDelete
    23. dan sung ji woo mengeluarkan insto dan sprite

      ReplyDelete
    24. Fak anjir... Gw pengen banget liat chapter ini divisualisasiin ke anime atau manhwa. Gila parah sih ni novelnya. Yg ng TL juga best lah

      ReplyDelete
    25. semangat lagi okey min...tetep lanjut ya haha

      ReplyDelete
    26. lanjt lagi min...semangat ea :v

      ReplyDelete
    27. 1 chap yg seharusnya dibagi cerita eh ini full dgn adegan romantis ase iri ane

      ReplyDelete
    28. Jadi keingetan scane araragi sama senjougahara di bakemonogatari ane

      ReplyDelete
    29. chapter ini bisa di ilangin gk anjer.. gue bru putus.. nyesek bacanya -_-

      ReplyDelete
    30. Yg laen pada heboh bayangin jin woo ama hae in.

      Gue malah bayangin yggrit ama pasukan naek rollercoaster LOL

      ReplyDelete
    31. fk yeah pasangan yang cocok hahaha baper yang tak berhujung :v

      ReplyDelete
    32. Abis itu mereka ngapain min ? Langsung pulang atau Mandi di Kali dulu ? Serius nanya

      ReplyDelete
    33. kenapa di semua chap nya aq baca kayak sembari ngebayangin gambar dimanganya yah wkwkwkw.. lanjutkan min...

      ReplyDelete
    34. Dibikin baper semua di chapter ini, yg sebelumnya romance yg tak terlalu terasa. Seakan semua kekacauan yg telah terjadi sirna begitu saja.

      ReplyDelete

    Komentar Cuy!!!
    Notice Me Senpai!!!!
    Notice Me!!!

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    loading...

    Iklan Bawah Artikel