Solo Leveling Ch 264


  • Chapter 264 - 12 Tahun Kemudian (3) 

    Malam itu.
    Jin Woo pergi menemui Yoo Jin-ho di restoran yang biasa mereka datangi.

    "Hyungnim! Aku harus memberitahumu sesuatu"


    Tidak seperti biasanya,suara Yoo Jin-ho saat meminta Jin Woo sangatlah bersemangat.
    Mereka lalu masuk ke dalam restoran.
    Yoo Jin-ho,yang sedang menunggu dengan wajah gugup di pintu masuk, mengangkat tangannya.

    "Hyungnim!"

    Setelah lulus dari perguruan tinggi,Yoo Jin-ho,yang belajar kelas manajemen di bawah ayahnya - ketua Yoo Myung-han,telah menjadi sibuk dan hebat.

    Tapi...

    Dia masihlah saudara laki-laki bagi Jin Woo.

    "Uh."

    Jin Woo,yang tertawa dan menjawab,duduk di hadapan Yoo Jin-ho.

    "Apa yang terjadi begitu tiba-tiba tanpa mau mengucapkan sepatah kata pun padaku?"

    Tatapan Jin Woo,yang mengatakan demikian,melewati cangkir shochu dan botol shochu yang sudah setengah kosong di tangan Jin-ho untuk sementara waktu.

    'Pria yang tidak boleh dibiarkan minum ... '

    Apa pun yang ingin dia katakan,Jin-ho tampaknya membutuhkan banyak tekad untuk itu.
    Yoo Jin-ho,yang ragu-ragu,lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tangannya dan membukanya di hadapan Jin Woo.
    Di dalamnya ada cincin mewah.

    "Hyungnim!"
    "Apa?"
    "Aku akan melamar Jin-ah kali ini!"

    Aah.
    Ternyata ini.
    Jin Woo,yang belakangan ini bingung dengan Jin-ah yang banyak mengeluh,tertawa.
    Yoo Jin-ho,yang salah paham tentang senyum Jin Woo,memberi kekuatan pada matanya dan berkata.

    "Hyungnim! Aku serius.Aku akan melamarnya hari ini.Tapi cincin ini,akankah Jin-Ah menyukainya?”

    Jin Woo yakin adiknya akan senang setelah memikirkan bagaimana adiknya itu selalu menggerutu di dalam rumah itu.
    Jin Woo lalu dengan sengaja menjawab dengan samar pada pengakuan Yoo Jin-ho.

    "Yah,entahlah"
    "Kuhhhh"

    Yoo Jin-ho menundukkan kepalanya seolah-olah mendengar sesuatu yang menyakitkan dan kemudian mengangkat wajahnya lagi.

    "Tidak apa-apa,Hyungnim,aku punya banyak hadiah yang aku siapkan untuknya,karena aku tidak tahu apa yang baik untuknya"

    Bukankah dia terlalu mengandalkan uangnya yang tebal?
    Apa sebenarnya yang ingin orang ini lakukan.

    "Aku benar-benar memasukkan bangunan di asetku,dan ketika Jin-ah menyelesaikan kursus profesionalnya,aku akan membangun rumah sakit di sini"
    "Tunggu"

    Jin Woo memotong kata-kata Yoo Jin-ho.

    "Apa bangunan ini — itu yang perkiraan harganya adalah tiga puluh miliar?"

    Yoo Jin-ho,yang terkejut,membuka matanya lebar-lebar.

    "Tidak, bagaimana kamu—"

    Tentu saja,aku tau harganya.
    Ini adalah bangunan yang dibeli Jin-ho sebelumnya untuk membuat Guild Ahjin.
    Jin Woo kemudian mencoba menahan tawanya.
    Yoo Jin-ho,yang memiliki wajah merah ketika melihat Jin Woo,membuat alasan tergesa-gesa.

    "Hyungnim,aku masih belajar dari ayahku,jadi aku hanya bisa memberinya ini"
    "Tidak,tidak,Jin-ho ini"
    "Ya?"

    Jin Woo berkata dengan serius agar Jin-ho tidak lagi salah paham.

    "Kamu tidak harus terlalu keras memberinya begitu banyak hal,kamu orang yang baik,kamu hanya perlu menunjukkan kepadanya siapa kamu ini"
    "...."

    Jin-ho,yang telah menjadi pria bodoh dan mendapatkan berkat dari kata-kata Jin Woo,mulai menangis.

    "Hyungnim-"

    Jin Woo menyadari sesuatu terlambat.
    Ia baru ingat kembali kebiasaan Yoo Jin-ho jika ia minum,dan lalu merasa tidak enak dengan semuanya.
    Aku ingin tahu apa kali ini yang ia inginkan.

    "Bisakah aku memelukmu,hyungnim?"
    "Tidak."

    Ya Tuhan.
    Yoo Jin-ho,yang merah hingga ke ujung hidungnya,mencoba menahan air matanya.

    "Hyungnim!"

    Namun,karena JIn Woo lincah,Yoo Jin-ho tidak bisa menjangkau Jin Woo,walau nyaris tidak bisa menenangkan perasaannya ia kembali ke tempatnya.

    "Ya Tuhan"

    Jin Woo tertawa pada Yoo Jin-ho yang terisak.
    Dia sedikit sama dengan JIn-Ah,dan JIn Woo sudah tahu itu.
    Gambaran yang Yoo Jin-ho tunjukkan pada saat sebelumnya lalu muncul kembali.
    Bahkan ketika dia dipaksa untuk memilih di Dungeon Rank-C oleh para penjahat,ketika dia ditangkap oleh seorang Hunter Rank-S yang dibutakan oleh balas dendam dan disiksa.
    Yoo Jin-ho selalu memilih keadilan daripada kenyamanannya sendiri.
    Dia anak yang baik.
    Itu evaluasi Jin Woo setelah bersama Yoo Jin-ho untuk waktu yang lama.
    Jin Woo lalu menuangkan minumannya ke gelas kosongnya.

    "Apa kau ingin bersulang untuk kesuksesan?"
    "Apa?"

    Ketika Yoo Jin-ho mendongak,Jin Woo mengulurkan gelasnya.

    “Jika lamaranmu berhasil,kita akan menjadi keluarga.Bagaimana kalau bersulang untuk itu?"
    "Hyungnim dan keluargamu yang sebenarnya—"

    Yoo Jin-ho,yang memiliki wajah basah untuk sementara waktu,mengangkat gelasnya dengan pandangannya tetap di tangan kiri Jin Woo.
    Yoo Jin-ho sudah tahu apa yang ada di sarung tangan hitam menutupi tangan kirinya.
    Tapi,dia tidak tahu alasan dibalik itu.

    "Eh — hyungnim"
    "Hmm?"
    "Jika kau tidak keberatan,bisakah aku mengajukan pertanyaan kepadamu?"
    "Apa itu?"

    Yoo Jin-ho,yang melirik tangan kiri Jin Woo,berkata dengan sangat berani.

    "Apa yang terjadi dengan luka tangan itu - yang begitu buruk?"

    Luka mengerikan yang mengingatkannya pada rasa sakit yang luar biasa dalam sekejap pandangan.
    Biasanya bukan kecelakaan biasa yang bisa menyebabkan luka bakar seperti itu.
    Jadi,Jin-ho mengajukan pertanyaan yang itu dengan susah payah.

    "Ini?"

    Jin Woo,yang menatap tangan kirinya sebentar,tertawa.

    "Menyelamatkan dunia"

    Tatapan Jin Woo kembali pada Yoo Jin-ho.
    Dan Jin-ho tertawa ringan pada jawaban Jin Woo,yang bukan masalah besar baginya.

    "Hyungnim,leluconmu—"

    Jin Woo tidak menjelaskan lagi dan hanya tertawa.
    Segera setelah menyadari bahwa tangan Jin Woo telah memegang cangkir selama beberapa waktu,Yoo Jin-ho mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.

    "Untuk ramalan yang berhasil!"

    Jin Woo membawa gelasnya mendekat dan berdoa untuk keberuntungan Jin-ho.

    "Untuk ramalan yang berhasil"

    Kedua pria yang bersulang itu kemudian mengosongkan gelas mereka segera.
    Tidak seperti Yoo Jin-ho,yang mengerutkan kening karena rasa pahit shochu,Jin Woo tertawa pahit dan meletakkan cangkir kosong di atas meja.

    "Aku ingin sedikit mabuk di hari yang baik ... "

    Kekuatan absolut tidak terlalu menyenangkan baginya saat ini.

    Kemudian -

    "Oh ya"

    Yoo Jin-ho tiba-tiba bertanya tentang keluarga Jin Woo.

    "Bagaimana dengan mereka?"
    "Ya,baik"
    "Bagaimana dengan Suho? Aku harus pergi menemui Suho nanti.Apa dia sudah berjalan?”

    Jin Woo tertawa dan menggelengkan kepalanya.

    "Tidak,dia baru enam bulan,dan nyaris bisa merangkak"
    "Aneh,karena kupikir hyungnim dan kakak peremupan bisa lari begitu lahir"
    "Apa pendapatmu tentangku?"
    "Ha ha ha"

    Yoo Jin-ho bermain dengan rambutnya dan tertawa.
    Kemudian,dia ingat jika anak seorang anak membutuhkan orang tuanya saat tumbuh,dan Yoo Jin-ho dengan cepat mengatakan pemikirannya.

    "Maka kamu harus pulang dengan cepat"
    "Baiklah!!"

    Akhirnya,Jin Woo pulang untuk menemui Cha Hae-in dan putranya,Suho yang sedang menunggunya di rumah.

    ***

    Sebuah rumah di pinggiran kota.
    Ketika dia tiba di rumah,Jin Woo memarkir mobilnya di garasi.

    Ssh.

    Itu adalah rumah besar yang tidak bisa Jin Woo dapatkan dengan gaji detektif.
    Tapi,Jin Woo tidak dapat dicurigai karena orang yang tinggal di rumah itu adalah seorang idola olahraga yang dikenal oleh siapa pun di Korea.
    Dan,fakta bahwa orang yang membangun rumah itu adalah Jin Woo dan Cha Hae-in juga membuat Jin Woo tidak dicurigai.
    Ketika Jin Woo memasuki rumah,dia bisa melihat dua komandan yang gugup dari pintu masuk.
    Bellion dan Ygritte berdiri berhadapan dalam diam,dan tidak mundur selangkahpun.
    Segera Cha Hae-in keluar sambil menggendong putranya,Suho.

    "Honey"

    Jin Woo tertawa dan dengan lembut mengangkat Suho dari Cha Hae-in.

    Kemudian -

    "Pa-!"

    Suho tertawa dan memeluknya ayahnya.
    Jin Woo,yang memegang Suho,lalu mengangguk pada para komandannya dan bertanya.

    "Apa yang salah dengan mereka?"
    "Nya-"

    Cha Hae-in yang ragu-ragu tersenyum walau ia tetap tidak menjawab,tetapi Jin Woo bisa memahami situasinya dengan segera walau hanya dengan itu.
    Bellion lalu berkata,saat ia terus menatap Ygritte.

    [Aku harus mengajari Tuan cara menggunakan pedang.Bukankah itu masuk akal, Ygritte?]

    Tapi Ygritte yang melawan Bellion juga tidak bisa dipercaya oleh Jin Woo.

    [Di dunia ini,nilai adalah yang terbaik,Bellion]

    Di satu sisi,ada yang ingin mengajar pedang dan di satu sisi ada seseorang yang menjadi guru pelajaran.
    Jin Woo terpana oleh pertempuran dua tentara itu.
    Jin Woo,yang menyaksikan keduanya dengan wajah konyol,mendekati satu langkah lebih dekat.

    "Kalian-"

    Ketika para komandan mengetahui bahwa Jin Woo mendekati mereka,mereka berbalik ke Jin Woo dan berlutut.

    [Raja!]
    [Raja!]
    "Adalah baik untuk menjadi ahli ilmu pedang atau belajar,tapi mengapa kalian tidak mengkhawatirkan tentang hal itu setelah dia bisa berjalan?"

    Bellion dan Ygritte saling memandang sebentar dan kemudian menundukkan kepala mereka ke Jin Woo.

    [Kamu sangat baik]
    [Anda benar,Tuan]
    "Baik"

    Jin Woo,yang memegang Suho,tertawa,dan Suho dalam pelukan ayahnya tertawa bahagia.

    "Maafkan aku"

    Jin Woo tidak yakin siapa yang salah,jadi dia tersenyum juga,sama seperti Cha Hae-in yang ada di sisinya.
    Hari tenang keluarga Jin Woo terus berlalu.

    ***

    Ketika Lee Se-hwan,yang datang sebagai penggantinya,mulai terbiasa dengan pekerjaannya.
    Jin Woo dipanggil menghadap atasannya.
    Tampaknya itu bukan hal yang aneh untuk melihat seorang detektif senior berjalan keluar dari kantor kepala dan mengirimkan pandangan yang tak terbayangkan.
    Jin Woo,yang telah benar-benar pergi dan menutup pintu kepala,mendekati meja tempat kepala itu berdiri.

    "Apakah kamu memanggilku?"

    Ketua,yang memandang ke luar jendela,berkata pelan,tanpa melihat ke belakang.

    "Masih ada desas-desus lagi"

    Ya Tuhan.
    Entah bagaimana aku mencium tuntutan menyebalkan di matamu.
    Jin Woo menelan ludahnya.
    Segera ketua berbalik ke Jin Woo dan tersenyum.

    "Kudengar ada seseorang yang membantu tugas detektif lain lagi,Tuan Hunter"

    Woo Jin-cheol adalah orang termuda dalam sejarah yang menjadi ketua Detektif.
    Tentu saja.
    Ada berbagai upaya Jin Woo yang membantu Woo Jin-cheol dari balik layar.
    Jin Woo tertawa dan mengoreksi kata-kata Woo Jin-cheol.

    "Aku bukan Hunter lagi,Ketua"
    "Tapi aku masih merasa nyaman memanggilmu Hunter."

    Woo Jin-cheol,yang sedang melihat dokumen di atas meja,lalu berkata,

    "Apakah kamu tahu bahwa seorang ayah,yang adalah wali dari seorang wanita yang melakukan bunuh diri beberapa hari yang lalu,tiba-tiba menghilang?"
    "...Ya"
    "Dan secara kebetulan,semua CCTV di sekitar rumahnya semuanya rusak"
    "Itu hanya kebetulan"

    Suara Jin Woo dengan tenang terdengar ruangan,dan Woo Jin-cheol melemparkan dokumen ke tempat sampah.

    "Aku percaya padamu,apa pun yang dilakukan olehmu Tuan Hunter"

    Jin Woo menundukkan kepalanya sejenak untuk menghargai kepercayaan penuh Woo Jin-cheol.

    Kemudian -

    "Aku sebenarnya tidak memanggil Hunter untuk ini—"

    Woo Jin-cheol mendorong keluar catatan yang telah ia letakkan di satu sisi meja.
    Disana tertulis nama rumah sakit dan dan nomor ruangannya.

    "... Kupikir kamu mungkin ingin tahu"
    "Apa ini?"

    Ketika Jin Woo bertanya,Woo Jin-cheol berkata seolah-olah dia telah menunggu itu.

    "Ketua Asosiasi Go Gun-hee,atau ketua Go Gun-hee,berada dalam kondisi kritis"

    ***

    Ini adalah kedua kalinya Jin Woo mengunjungi kamar Go Gun-hee.
    Pertama,itu sekitar sepuluh tahun yang lalu.
    Jin Woo menyelamatkan nyawa Go Gun-hee,yang berbaring di samping tempat tidur dengan menggunakan ramuan yang ia gunakan untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
    Dan lagi,JIn Woo menghadapi Go Gun-hee,yang hendak menghadapi kematiannya lagi.
    Karena ini adalah kunjungan kedua,kali ini,Go Gun-hee tidak terkejut melihat Jin Woo.
    Go Gunhee lalu melepas oksigen yang menutupi mulutnya.
    Ketika Jin Woo dengan hati-hati menenangkan diri,Go Gun-hee berkata dengan napas terengah-engah.

    "Ini dia,anak muda — aku sudah lama mencarimu"

    Jin Woo lalu bertanya,saat memandang Go Gunhee dengan menyedihkan.

    "Apa kau ingin aku mengobati penyakit ini--"

    Sebelum Jin Woo bisa mengatakan dia akan mengobati penyakit itu lagi,Go Gun-hee menggelengkan kepalanya.

    Aku sudah hidup cukup lama.Aku sudah melakukan semua yang harus kulakukan selama sepuluh tahun yang kau berikan.Dan itu cukup"

    Go Gun-hee,yang telah mengorganisir bisnisnya pada saat kepergiannya dan menjadi ketua Asosiasi Hunter,saat ini bekerja sebagai pengusaha teladan yang memimpin bisnis amal.
    Dan sekarang dia tidak ingin hidupnya terus berlanjut.
    Apa yang diinginkannya sangat berbeda dari apa yang dipikirkan orang.

    "Sebenarnya,aku punya satu permintaan untukmu"

    Jin Woo mengangguk.
    Kemudian Go Gun-hee memandang Jin Woo dengan mata penuh harapan.

    "Kamu bilang ada dunia dimana aku bertarung denganmu,bukan?"

    Jin Woo mengangguk lagi dalam diam

    Bisakah kamu tunjukkan padaku itu? Aku ingin tahu.Seperti apa aku,dan seperti apa penampilanmu”
    "Mungkin kau tidak ingin melihatnya"
    "Tidak apa-apa,aku hanya ingin mendapatkan ingatanku kembali."

    Jin Woo,yang mengkonfirmasi tekad di muka ketua Go Gun-hee,menangkap tangannya.

    Kemudian -

    Memori yang hilang mengalir ke kepala Go Gun-hee seperti tsunami.

    "Ahhh"

    Air mata mengalir dari mata ketua.
    Perlahan-lahan JIn Woo membuka tudung yang ia pakai dan menunjukkan wajahnya kepada Go Gunhee.
    Ketua,Go Gun-hee, yang meraih tangan Jin Woo,meneteskan air mata yang lebih banyak lagi ketika dia melihat wajahnya.

    "Aku tidak akan melihat Hunter lagi"

    Jin Woo dengan lembut membungkus tangannya di tangan ketua,yang berjuang untuk bernafas.

    Drop - Drop -

    Kepala Go Gun-hee berbalik ke langit-langit ruangan.

    "Aku benar-benar — aku dengan para pahlawan muda sepertimu"

    Itu suara yang sangat bangga dan puas.
    Go Gun-hee,yang senang dengan sensasi yang naik dari bagian terdalam hatinya,mulai berhenti bernafas dalam diam saat air mata terus berjatuhan dari matanya.
    Jin Woo,yang memiliki air mata juga,kemudian menutup kelopak mata Go Gunhee.
    Dan kemudian,mesin mengumumkan kematian Go Gunhee.

    Tit -

    Ketika para dokter yang terkejut datang ke ruangan itu,pengunjung yang mencurigakan sudah menghilang.
    Sementara Jin Woo berjalan di jalan-jalan,sebuah berita terbaru telah diposting di papan nama jalan untuk mengumumkan berita kematian ketua Go Gun-hee.
    Cahaya berkabung melintas di wajah banyak orang yang menonton berita itu.
    Sebelum dan sekarang.
    Ketua Go Gun-hee selalu dicintai oleh banyak orang,dan kematiannya selalu saja diperingati oleh banyak orang.
    Jin Woo mengucapkan selamat tinggal pada video di mana gambar ketua Go Gun-hee mengalir keluar.

    "Selamat tinggal ... kamu adalah pahlawan yang mengabdikan diri untuk banyak orang"

    Melalui jalan-jalan yang penuh dengan orang,Jin Woo berjalan ke arah yang sepi.
    Setiap kali angin berlalu,dedaunan yang berubah warna jatuh di musim gugur.
    Musim dingin akan segera datang.
    Dan musim semi akan datang lagi.
    Jin Woo,yang berpikir untuk menonton dedaunan yang berserakan,mengangkat teleponnya yang berdering keras.
    Itu adalah Cha Hae-in.

    "Honey?"

    Jin Woo mendengar suara yang sangat mendesak darinya.

    "Hei sayang! Anak kita! Suho!"

    Apa yang terjadi pada rumah dengan dua komandan yang menjaganya?
    Suara Jin Woo juga membesar dalam situasi yang sulit dipercaya.

    "Kenapa Suho?"

    Kemudian -

    Cha Hae-in berteriak dengan penuh kejutan.

    "Dia terbang!"
    "Apa?"
    "Suho terbang di sekitar rumah!"

    Kemudian -

    Beberapa hari yang lalu,kata-kata yang JIn Woo dengar dari Yoo Jin-ho melewati kepalanya.

    "Aneh.Kupikir Hyungnim dan kakak perempuan bisa berlarian begitu lahir"

    Jin Woo,yang teringat kata itu,kehilangan kata-katanya dan berhenti.

    "Eh,apa yang harus kita lakukan?"

    Dia mendengar suara istrinya,yang merasa kaget,dan itu membuat Jin Woo kesulitan menahan tawanya.
    Jin Woo lalu mencoba menenangkan istirnya.

    "Tidak apa-apa,jangan khawatir"
    "Ya?"
    "Aku akan mengajari Suho sedikit terbang"
    "Kamu ... bisa terbang?"

    Oh
    Apakah aku belum memberitahunya?
    Ketika aku dengan Cha Hae-in menghilang saat itu,aku tidak terbiasa dengan kemampuan terbangku sepertiku sekarang,jadi aku biasanya naik ‘Kaiser’.
    Setelah semua,Jin Woo lalu tertawa.
    Daun jatuh yang terguncang oleh angin sekali lagi jatuh ke permukaan air.
    Ketika musim gugur tiba,musim dingin datang,dan musim semi lain datang.
    Ada awal dan akhir dari segalanya,dan ada awal lain yang mengarah dari akhir.

    Tapi...

    "Ini Suho.Tidak!"
    "Ha!"


    Musim dingin rumah Jin Woo masih jauh.

    Sebelumnya I Index I Selanjutnya

    32 Responses to "Solo Leveling Ch 264"

    1. Anak nya punya kekuatan nya ruler mungkin...

      ReplyDelete
    2. Apa gw ada yg kelewat atau gimana ? Kok jin woo tiba tiba punya anak ?

      ReplyDelete
      Replies
      1. judulnya kan 12tahun kemudian bang .. wajar ga diceritain dri awal .. kan ini jg cuma cerita tambahan :'v

        Delete
      2. nah ini akibat skip baca tentang "Ber", akhir cerita Ber jadi Pengasuh Anaknya Jinwo

        Delete
    3. Gaada adegan skidapap sawadikap yak? :V

      ReplyDelete
    4. Parah nih .. Ketemunya kapan,nikahnya kapan, punya anaknya kapan

      Btw nice job

      ReplyDelete
      Replies
      1. kan udah ketemu gan bahkan 2 kali lagi itu pertama pas jin woo baru datang ke dunia, dan di festifal olah raga mereka juga dekat, di cerita awal after story kan udah di beritahukan kalau jinwo itu pacarnya cha hae in

        Delete
    5. Makin Lama jalan Ceritannya makin ga waras ya Min... wkwk
      but... Mantul min TL nya... Ganbate

      ReplyDelete
    6. Biasanya diajarin jalan, lah ini langsung diajarin terbang 😂

      ReplyDelete
    7. Baca chapter khusus bee, disitu bee jagain cahaein pas lahiran. Tapi ntah kapan nikahnya ��

      ReplyDelete
    8. anjer kapan nikahnya bgsd jd keder gua

      ReplyDelete
    9. Update lagi dong min :( plis

      ReplyDelete
    10. Time skipnya sungguh terlalu 😂

      ReplyDelete
    11. Pake time skip jg ya, kirain aku yg ketinggalan baca chapter sblmny, mantap min semangat !!!

      ReplyDelete
      Replies
      1. baca jg judulnya bang . 12thn kemudian .. :'3 namanya jg cerita tambahan ..
        endingnya kan chapter 243 nah stlahnya cuma tambahan ,, klo diceritain nikah , uh oh uh oh , punya anak ya kelamaan :'v

        Delete
    12. tombol "selanjutnya" g' bsa di pencet min hrap di baiki :V

      ReplyDelete
    13. Gan mana cerita tentang bapak jin woo hapus ingatan masa lalu SM kisah jin woo sama Cha haein ciuman waktu natal

      ReplyDelete
    14. Terima kasih untuk chapter nya ^^

      ReplyDelete
    15. GG lgs terbang

      ReplyDelete
    16. Nju kaget w jin wo udh punya anak wkwkwk . Btw tysm min

      ReplyDelete
    17. Selalu sedih inget go guhee.. waktu mati pertama di tusuk sampe mati alami karna umur.. bener2 orang tua yg baik

      ReplyDelete

    Komentar Cuy!!!
    Notice Me Senpai!!!!
    Notice Me!!!

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    loading...

    Iklan Bawah Artikel